Keajaiban Guru

 

 

 

 

Meninggal Penuh Rahmat dengan Berkah Tuhan

Oleh sister inisiat Zhao, China (Asal dalam bahasa China)

Ibuku, yang baru-baru ini meninggal, berumur 82 tahun dan berlatih Metode Kemudahan selama lebih dari tujuh tahun. Beliau melakukan meditasi harian dan diet vegetarian dengan ketat. Ketika dia jatuh sakit, dia semakin berkeinginan untuk melakukan meditasi setiap hari dan selalu mendengarkan kaset Buddhist Chanting dari Guru.

Beberapa waktu yang lalu, ibu saya menjadi semakin lemah dan menyadari bahwa waktunya sudah tidak lama lagi. Dia kemudian menginstruksikan seluruh keluarga untuk makan vegetarian selama tiga hari setelah kematiannya. Di saat-saat terakhirnya, kami memutar kaset Buddhist Chanting sementara kedua saudara perempuan saya dan saya melakukan meditasi di samping tempat tidurnya. Kami mengatakan kepadanya jangan takut dan mengingatkan dia untuk melafal nama Guru dan mengikuti Guru ketika Beliau datang menjemputnya. Ibu saya dengan sadar menganggukkan kepalanya dan meminta kepada kami untuk jangan menangis atau repot; dia sebaliknya diam-diam berdoa untuk dirinya. Akhirnya, dia meninggal dengan damai dan tenang.

Kemudian tubuh ibu saya dibekukan sebelum dikremasi tiga hari kemudian. Tetapi secara menakjubkan, sebelum dikremasi tangannya terasa lembut dan kami masih bisa mengangkat kepalanya. Dia terlihat sangat tenang dan damai, seperti sedang tidur! Selama itu kami memutar kaset Buddhist Chanting dari Guru secara terus-menerus. Dan setelah kremasi, kami mengharapkan direktur pemakaman menyelesaikan prosedur, tetapi dia tidak bisa ditemui. Sehingga kami menjadi cemas karena kami tidak bisa mengambil abu ibu tanpa bantuannya, tetapi semua yang dapat kami lakukan hanyalah sabar menunggu. Setelah lama menunggu, akhirnya direktur pemakaman kembali tetapi para pekerja menolak untuk menangani kasus tersebut karena sudah melewati waktu jam kerja mereka. Tidak ada pilihan lain, direktur pemakaman membawa kami ke dalam tempat kremasi sehingga kami bisa mengambil sendiri abu tersebut. Lalu, terima kasih sekali lagi atas pemberkatan Tuhan, kami menemukan beberapa sarila yang berbentuk bola (barang keramat dari orang suci) di dalam abu ibu saya yang berwarna biru muda tembus cahaya dan mempunyai corak bunga pada permukaannya. Jika direktur pemakaman tidak menghilang, kami tidak akan mempunyai kesempatan untuk melihat abu tersebut yang biasanya diserahkan kepada kami dalam kendi. Kami sangat berterima kasih atas pengaturan Tuhan yang luar biasa.